Model Akad Hybrid (Murakkab) pada Fintech P2P Syariah di Indonesia: Analisis Kepatuhan Syariah dan Tantangan Regulasi 2025
DOI:
https://doi.org/10.53654/tangible.v10i2.696Keywords:
Murakkab, Islamic Fintech, Sharia Compliance, Fintech RegulationAbstract
This study aims to examine and analyze the effect of the application of green accounting and environmental performance on profitability in food and beverage companies listed on the IDX in 2018-2022. Sampling was carried out by purposive sampling so that 08 companies were obtained. The type of data used in this study is secondary data obtained from the annual report of food and beverage companies listed on the IDX for 2018-2022. The analysis technique used in this study is by using regression analysis of panel data with the selected research model, namely the Random Effect Model (REM). The results of data research using Eviews (Econometric Views) version 12 conducted in this study shows that green accounting variables affect profitability because green accounting can be said to be a long-term investment of the company, because the funds spent today can provide a good name for the company. Environmental performance variables do not affect profitability, this is because even though the average company has obtained a blue rating, which means the company is making efforts for environmental management in accordance with the law. However, the results of environmental performance can be said to be unable to guarantee that the company's profitability will increase.
Downloads
References
Aihaqi, J. (2018). Financial technology peer-to-peer lending berbasis syariah di Indonesia. Tawazun: Journal of Sharia Economic Law, 1(2), 116–132. https://doi.org/10.21043/tawazun.v1i2.4979
Ardiansyah, A., dan Azzahra, M. (2022). Peran Akad Murakkab dalam Fintech P2P Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam, 14(3), 87-103.
Arfiansyah, M. (2022). Penerapan Akad Murakkab dalam P2P Lending Syariah di Indonesia: Studi Kasus pada Platform Fintech. Jurnal Syariah dan Ekonomi, 9(3), 220-230.
Arfiansyah, M., dan Amalia, S. (2023). Analisis Kepatuhan Syariah dalam Implementasi Akad Murakkab di Platform P2P Lending Syariah. Jurnal Syariah dan Ekonomi, 9(2), 120-134.
Arvianto, G., Cortez, M. B., Widyastuti, V. R., dan Ilmada, Z. (2021). Analisis akad-akad dalam fintech P2P lending syariah di Indonesia. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 5(1), 183–196. https://doi.org/10.22515/academica.v5i1.4116
Aryanti, Y. (2016). Multi akad (al-uqud al-murakkabah) di perbankan syariah: Perspektif fiqh muamalah. Juris (Jurnal Ilmiah Syariah), 15(2), 177–190.
Aseem, M., dan Shams, M. (2022). Library Research as an Effective Method in Islamic Finance: Systematic Literature Review Approach. Journal of Islamic Finance Research, 7(2), 101-113.
Augusna, W. L., dan Rozalinda. (2023). Implementasi pembiayaan syariah melalui akad musyarakah dan mudharabah pada financial technology syariah. Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan, 8(1), 29–45.
Aziz, F. A. (2020). Menakar kesyariahan fintech syariah di Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 14(1), 1–18. https://doi.org/10.24090/mnh.v14i1.3567
Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia. (2018). Fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi berdasarkan prinsip syariah. DSN–MUI.
Fahlevi, M., dan Guntara, R. (2021). Regulasi Fintech P2P Syariah di Indonesia: Tantangan dan Peluang Pengembangan. Jurnal Regulasi Keuangan Syariah, 8(1), 45-56.
Fahlevi, M., dan Guntara, R. (2021). Regulasi Fintech P2P Syariah di Indonesia: Tantangan dan Peluang Pengembangan. Jurnal Regulasi Keuangan Syariah, 8(1), 45-56.
Firmansyah, B., dan Maulana, R. (2021). Perspektif Regulasi Terhadap Model Akad Hybrid dalam Fintech Syariah. Jurnal Keuangan Syariah, 10(3), 67-82.
Hartanto, S., dan Sup, D. F. A. (2022). Konsep hybrid contract di Indonesia dalam perspektif fatwa DSN-MUI. Journal of Islamic Economics and Finance Studies, 3(1), 43–54. https://doi.org/10.47700/jiefes.v3i1.4277
Hidayat, H. (2020). Pengaruh Regulasi terhadap Inovasi Fintech Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Hukum, 4(1), 112-125.
Hiyanti, H., Nugroho, L., Sukmadilaga, C., dan Fitrijanti, T. (2019). Peluang dan tantangan fintech (financial technology) syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 5(3), 326–333. http://dx.doi.org/10.29040/jiei.v5i3.578
Lisnaeni, M. (2023). Penerapan Akad Murakkab dalam Fintech P2P Syariah: Sebuah Tinjauan Literasi. Jurnal Syariah dan Ekonomi, 9(2), 145-159.
Misbahussururi, A., dan Lidyah, R. (2025). Evaluasi Transparansi Laporan Keuangan Syariah pada Bank Syariah Indonesia. Tangible Journal, 10(1), 168-176
Nasution, F., dan Wijaya, D. (2021). Model Akad Murakkab dalam Fintech Syariah: Tinjauan Hukum dan Praktik. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 13(2), 130-145.
Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 10/POJK.05/2022 tentang layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi. Otoritas Jasa Keuangan.
Polamolo, N., S., Niswatin, Badu, R. S. (2025). Bentuk Kerja Sama Pertanian dalam Prespektif Akuntansi Syariah : Studi Kasus Petani Jagung Di Desa Ilotunggula. Tangible Journal, 10(1), 1-9.
Qisthia, T. (2023). Perkembangan Bisnis Peer to Peer Lending Fintech Syariah di Indonesia. Asy-Syarikah: Jurnal Ekonomi Islam, 5(2), 112-125.
Said, R., Hartati, Nuryati, Mande, H. (2025). Analisis Likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Implikasinya terhadap Pengambilan Keputusan Investasi. Tangible Journal, 10(1), 42-55
Siska, F. (2022). Analisis Model Fintech Syariah dalam Penerapan Akad Murakkab di Indonesia. Jurnal Hukum Syariah, 18(4), 234-245.
Sugianto, E., dan Rosadi, R. (2020). Analisis Penerapan Akad Syariah dalam Fintech P2P Lending di Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam, 16(1), 98-110.
Susandi, A. (2025). Penelitian Kepustakaan dalam Kajian Keuangan Syariah. Jurnal Ekonomi Islam, 12(3), 134-145.
Susilo, D., dan Mahfudz, M. (2021). Fintech Syariah dan Tantangan Regulasi: Perspektif Hukum Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 8(3), 233-249.
Wahab, A., dan Mahdiya, I. (2020). Identifikasi konsep al-‘uqud al-murakkabah dan al-‘uqud al-muta’addidah dalam muamalah kontemporer. Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 1, 1–15. https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.5329
Wahyuningsih, S., dan Safitri, R. (2020). Akad Murakkab dalam P2P Lending Syariah: Konsep dan Implementasi di Indonesia. Jurnal Hukum Syariah, 12(2), 234-248.
Yuliana, I. (2022). Fintech P2P Lending Syariah dan Kepatuhan Syariah: Analisis dari Perspektif Regulasi dan Hukum. Jurnal Hukum Ekonomi, 5(4), 198-210.
Yunus, M. (2019). Hybrid contract (multi akad) dan implementasinya di perbankan syariah. Tahkim: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 2(1), 87–102. https://doi.org/10.29313/tahkim.v2i1.4473
Yuspin, R., dan Hasan, M. (2022). Evaluasi Model Akad Murakkab pada P2P Lending Syariah: Studi Kasus di Indonesia. Jurnal Pengembangan Ekonomi Islam, 14(2), 98-112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Haedir Ali, Kamaruddin Arsyad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Anda dapat menuliskan informasi tentang kebijakan hak cipta.





















